5 Bobibos
Profil, Teknologi, dan Pengembangan BBM Nabati Bobibos
1. Latar Belakang dan Sejarah Pengembangan
Beberapa laporan pada tahun 2025 menyebut Muhammad Ikhlas Thamrin sebagai pengembang atau pendiri produk Bobibos, bahkan pernah disebut telah kembali dari Brasil dan ditawari pindah kewarganegaraan untuk memproduksi Bobibos namun menolak. Di sisi lain, publik juga mencatat bahwa sejak tahun 2012 terdapat individu seperti Sulaiman Budi Sunarto yang mendemonstrasikan pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar dengan metode fermentasi, sehingga terdapat jejak penelitian awal yang tidak terkait dengan brand Bobibos.
Kesimpulannya, klaim inventor Bobibos pada 2025 merujuk pada tim yang mengembangkan dan mem-branding inovasi tersebut, sementara konsep konversi jerami menjadi bahan bakar telah dicoba oleh pihak lain sejak sebelumnya.
2. Tim Penemu dan Riwayat Penelitian
Penemu Bobibos terdiri dari tiga orang, dipimpin oleh Muhammad Ikhlas Thamrin bersama Doni dan satu anggota lainnya. Ketiganya kabarnya pernah ditawari pindah kewarganegaraan oleh Brasil karena riset ini. Riset berlangsung sekitar 10 tahun sebelum dipublikasikan pada 2025.
Muhammad Ikhlas Thamrin merupakan lulusan Sarjana Hukum UNS Solo angkatan 2001. Ia memulai riset energi sejak 2007. Pada 2015, ia mendirikan PT Baterai Free Next Generasi (produksi motor pulsa dengan sistem token). Tahun 2014, ia melakukan riset energi terbarukan dan mendirikan PT Inti Sinergi Formula (komisaris: Mulyadi dari Gerindra), bagian dari holding Sultan Sinergi Indonesia Group yang mencakup sektor energi, infrastruktur, perhotelan, pertambangan, perkebunan, properti, dan transportasi.
Setelah berbagai proses uji, Bobibos diperkenalkan ke publik pada 2 November 2025 di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.
3. Kapasitas Produksi dan Kepemilikan Mesin
Bobibos memiliki mesin pabrik yang dimiliki oleh para penemunya, sementara petani bertindak sebagai pemasok jerami melalui sistem plasma. Kapasitas produksi mencapai ±3.000 liter dari 9 ton jerami (setara limbah jerami 1 hektar sawah). Produksi berjalan bertahap dan pada saat ini menghasilkan sekitar 300 liter per hari. Target kapasitas penuh dijadwalkan untuk Februari 2026.
4. Spesifikasi dan Varian Produk
Bobibos memiliki nilai oktan RON 98,1 dan tersedia dalam dua varian:
- BBM untuk mesin bensin (bio-gasoline / varian 2-tak dan 4-tak)
- BBM untuk mesin diesel (biodiesel)
Bobibos telah diuji pada sepeda motor, mobil, bus, dan alat pertanian. Konsumsi per kilometer diklaim lebih hemat. Harga diperkirakan antara Rp5.000–6.000 per liter.
5. Tahapan Produksi dan Penggunaan Serum Nabati
Proses produksi Bobibos terdiri dari 5 tahapan ekstraksi berbasis 100% nabati. Setiap tahapan menggunakan serum nabati khusus (biokatalis/enzim berbahan tumbuhan) yang merupakan kekayaan intelektual tim penemu.
Struktur Penggunaan Serum
- Tahap 1: menggunakan beberapa serum sekaligus untuk memecah struktur jerami yang paling kompleks (lignin–hemiselulosa–selulosa).
- Tahap 2–5: masing-masing menggunakan 1 serum berbeda sesuai fungsi biokimia pada tiap fase pemurnian dan konversi.
Total terdapat minimal 5 serum, dengan waktu riset sekitar 2–3 tahun untuk satu serum.
Rangkaian 5 Tahap Produksi
- Pengumpulan & pengeringan jerami hingga kadar air <10%. Tahap ini juga menggunakan beberapa serum untuk memulai pelunakan struktur biomassa.
- Seleksi kualitas jerami untuk memastikan konsistensi bahan baku.
- Ekstraksi & pemecahan selulosa menjadi gula menggunakan serum nabati, dilanjutkan fermentasi 48–72 jam oleh bakteri khusus untuk menghasilkan selulosa generasi kedua.
- Pemurnian cairan ekstraksi dengan reverse osmosis hingga mencapai kemurnian BBM > 99%.
- Pencampuran aditif nabati untuk menyetarakan kualitas dengan RON 98.
6. Regulasi, Legalitas, dan Uji Laboratorium
Bobibos telah menjalani pengujian di Balai Besar Lemigas Kementerian ESDM RI. Hasil uji internal menunjukkan RON 98,1, namun sertifikasi resmi belum selesai. Proses sertifikasi membutuhkan waktu minimal 8 bulan dan mencakup:
- Uji oksidasi
- Uji mesin
- Uji teknis
- Evaluasi lanjutan
Detail pengujian bersifat tertutup karena terikat Non-Disclosure Agreement (NDA).
7. Kerja Sama dan Uji Publik
Telah dilakukan MoU dengan pihak pribadi Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan (rumah dinas KDM). Dalam rencana uji publik, akan dibuat mesin khusus dalam 2–3 minggu dengan dua tangki kapasitas 2.000 liter untuk masing-masing varian produk Bobibos.
8. TTO, Visi Riset, dan Pendanaan
Entitas Technology Transfer Office (TTO) berisi inovator dan peneliti muda Indonesia dengan visi 2015: Indonesia Sehat, Daulat Pangan, Air, dan Energi. Pendanaan dilakukan secara swadaya tanpa investor besar.
SOP TTO terdiri dari:
- Teknologi: bahan baku, molase, mikroalga, EBT.
- Landing komersil: kontinuitas bahan baku, wilayah sektoral, HPP stabil.
- Regulasi: izin, standar, legal engineering.
9. Konteks Global dan Biomassa
Penelitian bioenergi juga dilakukan korporasi besar dunia yang mengonversi limbah tanaman menjadi etanol/bioetanol, seperti jerami, batang jagung, sereal, ampas tebu, serbuk gergaji, hingga bubur kertas. Rujukan seperti Biocycle dan NRDC menyatakan bidang ini menguntungkan.
Rendemen 5% biasanya merujuk pada sedikitnya hasil dibanding bahan baku, misalnya produksi bioetanol dari biomassa lignoselulosa.
10. Pertanyaan Teknis dan Terkait Produk Lain
Apa itu HVO (Hydrotreated Vegetable Oil)? Apa itu Biohydrocarbon? Apakah Bobibos termasuk kategori biohydrocarbon? Serta bagaimana posisi jerami yang umumnya dipakai untuk pakan ternak atau bio-CNG?
11. Data Tambahan
Berapa impor BBM Indonesia saat ini (≈1 juta barel/hari?) Dan berapa produksi BBM nasional (≈6 juta barel/hari?) Data ini diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang Bobibos.
Comments
Post a Comment