Skip to main content

1. Bobibos: Cara, Penemu, Serum

Bobibos — Ringkasan: Cara, Penemu, Serum, dan Berita

Bobibos — BBM dari Jerami (ringkasan praktis)

1 kolom responsif — cara singkat, siapa penemu, apa 'serumnya', berita terbaru

Ringkasan singkat

Bobibos (Bahan Bakar Orisinal Buatan Indonesia Bos) adalah nama produk BBM nabati yang sedang viral dan diklaim dibuat dari jerami (limbah padi) dengan tingkat oktan tinggi (disebut setara RON 98). Produk ini mulai mendapat perhatian publik pada awal November 2025 dan masih dalam tahap uji/publikasi terbatas.

Cara pembuatan (gambaran umum, tidak detail rahasia)

Proses yang dilaporkan media dan dokumentasi publik umumnya mengikuti alur transformasi lignoselulosa → bahan bakar cair. Tahapan ringkas:

  1. Praperlakuan & mekanik: jerami dicacah/dihaluskan, dikeringkan atau dikondisikan untuk memperbesar luas permukaan.
  2. Hidrolisis / depolimerisasi: pemecahan selulosa/hemiselulosa menjadi gula sederhana (bisa via asam, enzim, atau kombinasi).
  3. Fermentasi atau konversi kimia: gula selanjutnya difermentasi menjadi etanol/butanol atau dikonversi/diupgrade menjadi hydrocarbon (tergantung jalur teknologi).
  4. Upgrading & pemurnian: distilasi, dehidrasi, dan proses katalitik untuk menaikkan RON & stabilitas; penghilangan kontaminan (lignin tersisa, asam, garam).
  5. Formulasi akhir (aditif / 'serum'): penambahan aditif atau 'serum'—berfungsi sebagai katalis, stabilizer, atau agent pembentuk sifat pembakaran—sebelum pengisian ke tangki uji.

Catatan: langkah persis, kondisi suhu/tekanan, jenis enzim atau katalis, dan resep aditif biasanya bersifat IP/paten dan tidak dipublikasikan secara lengkap oleh pengembang komersial.

Peran enzim / fermentasi

Jika jalur memakai etanol selulosa: enzim (selulase) dipakai pada tahap hidrolisis; kemudian mikroba (fermentasi) mengubah gula jadi etanol/biobutanol. Alternatif jalur termokimia (pyrolysis, gasifikasi + FT synthesis atau hydrotreating) mungkin tidak memakai fermentasi tapi memakai katalis logam.

BARU

Profil, Pengembangan, dan Klaim Inovasi Bobibos

1. Latar Belakang Penemu dan Sejarah Klaim

Beberapa liputan tahun 2025 menyebut Muhammad Ikhlas Thamrin sebagai pengembang atau pendiri produk Bobibos (disebut pulang dari Brasil dan bahkan ditawari pindah kewarganegaraan untuk memproduksi Bobibos, namun menolak). Namun, publik juga mencatat bahwa sejak tahun-tahun sebelumnya, misalnya sekitar 2012, terdapat individu seperti Sulaiman Budi Sunarto yang mendemonstrasikan pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar melalui metode fermentasi. Artinya, terdapat jejak penelitian awal yang berdiri sendiri dan terpisah dari brand Bobibos.

Singkatnya, klaim inventor produk bermerek Bobibos tahun 2025 merujuk pada tim yang mem-branding hasil inovasi tersebut saat ini, sementara konsep konversi jerami menjadi energi bukan hal baru dan telah dicoba oleh pihak lain sebelumnya.

2. Tim Penemu, Riwayat Riset, dan Pengembangan Kelembagaan

Penemu Bobibos disebut berjumlah tiga orang dan semuanya pernah ditawari pindah kewarganegaraan oleh Brasil; ketuanya ialah Muhammad Ikhlas Thamrin, bersama anggota lain seperti Doni dan satu orang lagi. Riset Bobibos berlangsung selama kurang lebih 10 tahun.

Muhammad Ikhlas Thamrin adalah sarjana hukum UNS Solo angkatan 2001. Ia memulai riset pada tahun 2007. Pada 2015 ia mendirikan PT Baterai Free Next Generasi yang juga memproduksi motor pulsa (pulsa token). Pada 2014 ia meneliti beberapa produk energi terbarukan dan mendirikan PT Inti Sinergi Formula (komisaris: Mulyadi dari Gerindra) sebagai bagian dari Sultan Sinergi Indonesia Group—sebuah holding perusahaan yang mencakup sektor energi, infrastruktur, perhotelan, pertambangan, perkebunan, properti, dan transportasi.

Berbagai pengujian dan proses pengajuan sertifikasi dilakukan, hingga pada 2 November 2025 Bobibos resmi diperkenalkan dan dipopulerkan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

3. Kapasitas Produksi dan Konsep Kepemilikan Mesin

Bobibos telah melalui uji coba di Lemigas. Intinya, terdapat mesin pabrik produksi Bobibos yang menjadi milik para penemu Bobibos, sementara petani sebagai plasma menyediakan jerami sebagai bahan baku. Kapasitas produksi mencapai sekitar 3.000 liter dari 9 ton jerami (setara limbah jerami 1 hektar sawah), dengan target produksi skala penuh pada Februari 2026. Produksi saat ini mencapai sekitar 300 liter per hari.

4. Spesifikasi Produk dan Varian

Bobibos diklaim memiliki RON 98,1. Terdapat dua jenis varian untuk mesin 2-tak dan 4-tak, juga dua varian utama yaitu:

  • BBM untuk mesin bensin (bio-bensin/bio-gasoline?)
  • BBM untuk mesin diesel (biodiesel)

Bobibos berharga sekitar Rp5.000–6.000 per liter dan diklaim lebih hemat per kilometer. Produk ini sudah diuji pada kendaraan bermotor, mobil, bus, hingga alat pertanian.

5. Proses Produksi Bobibos

Produksi Bobibos terdiri dari lima tahap utama, seluruhnya bersifat 100% nabati:

  1. Pengumpulan dan pengeringan jerami, dengan kadar air ideal di bawah 10%.
  2. Seleksi kualitas jerami sebagai bahan baku.
  3. Ekstraksi jerami menggunakan serum khusus berupa enzim biokimia untuk memecah selulosa menjadi gula, yaitu tahap krusial yang mengubah bahan baku menjadi bioenergi dan senyawa esensial BBM. Mesin ekstraksi dibangun dari nol. Cairan ekstraksi kemudian difermentasi 48–72 jam menggunakan bakteri khusus untuk menghasilkan selulosa generasi kedua. Selanjutnya selulosa dimurnikan menggunakan teknologi reverse osmosis hingga mencapai kemurnian BBM di atas 99%.
  4. Pemurnian lanjutan agar memenuhi standar bahan bakar nabati.
  5. Pencampuran aditif nabati untuk mencapai standar RON 98.

Setiap tahapan menggunakan serum berbeda yang menjadi kekayaan intelektual. Satu serum memerlukan riset 2–3 tahun, dan total terdapat lima tahap yang tiap tahap dengan serum berbeda dengan suhu, waktu, dan formula khusus. Tahap pertama memerlukan beberapa serum.

6. Regulasi, Legalitas, dan Proses Sertifikasi

Produk Bobibos telah diuji di Balai Besar Lemigas Kementerian ESDM RI. Hasil uji menunjukkan RON 98,1 namun belum masuk tahap sertifikasi resmi. Proses sertifikasi layak pakai membutuhkan waktu minimal 8 bulan, meliputi pengujian oksidasi, uji mesin, uji teknis, dan evaluasi lanjutan. Proses ini bersifat tertutup karena terikat NDA (perjanjian rahasia).

Izin diperlukan untuk mengamankan kepentingan publik agar penggunaan BBM baru tidak menimbulkan kerugian besar, terutama terkait keselamatan mesin kendaraan publik.

7. Kolaborasi dan Uji Publik

Terdapat MoU dengan pribadi Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan, kediaman KDM, sebagai uji publik. Dalam kerja sama ini akan dibuat mesin khusus dalam 2–3 minggu dengan dua tangki masing-masing berkapasitas 2.000 liter untuk dua varian produk.

8. Kerangka TTO, Riset, dan Pendanaan

Entitas TTO (Technology Transfer Office) terdiri dari kumpulan inovator dan riset oleh anak muda Indonesia 100% dengan visi 2015: Indonesia Sehat, Daulat Pangan, Air, dan Energi. Pendanaan bersifat swadaya dan mandiri tanpa investor besar.

SOP TTO terdiri dari tiga tahap:

  1. Teknologi: bahan baku – molase – mikroalga, energi baru terbarukan.
  2. Landing komersil: memastikan bahan baku kontinu, sektoral/daerah tertentu, HPP tertentu; bila tidak terpenuhi kembali ke tahap 1.
  3. Regulasi

9. Konteks Riset Global dan Biomassa

Sejumlah korporasi raksasa dunia turut membiayai riset pengolahan limbah tanaman menjadi etanol/bioetanol (jerami, batang jagung, sereal, ampas tebu, serbuk gergaji, bubur kertas). Sumber rujukan seperti Biocycle dan NRDC (Natural Resources Defense Council) menunjukkan bahwa bidang ini sangat menguntungkan.

Biomassa adalah seluruh material hayati yang dapat dikonversi menjadi energi atau produk kimia (bioproduk). Rendemen rendah sekitar 5% biasanya merujuk pada hasil akhir yang kecil dibanding jumlah bahan baku, misalnya pada pengolahan jerami menjadi bioetanol.

10. Kaitan dengan Produk Lain

Pertanyaan teknis yang relevan: Apa itu HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) yang diproduksi BRIN? Apa itu Biohydrocarbon? Apakah Bobibos termasuk kategori Biohydrocarbon?

Jerami sebelum digunakan sebagai bahan BBM juga mengalami depresiasi nilai karena umum dipakai untuk pakan ternak (sapi, ayam, ikan) dan untuk bio-CNG atau bio-LNG.

11. Data Tambahan (Pertanyaan)

Berapa impor BBM Indonesia saat ini—apakah sekitar 1 juta barel per hari (atau per tahun)? Dan berapa produksi BBM dalam negeri—apakah sekitar 6 juta barel per hari (atau per tahun)?

Siapa penemunya? bisa dihapus setelah cek lagi

Beberapa liputan menyebut nama Muhammad Ikhlas Thamrin sebagai pengembang/pendiri produk Bobibos yang dipublikasikan pada 2025 (pulang dari negara Brasil bahkan diminta pindah warga negara untuk produksi Bobibos tapi tidak mau). Namun di jagat publik juga beredar catatan bahwa sejak tahun-tahun sebelumnya (mis. 2012) ada individu seperti Sulaiman Budi Sunarto yang melakukan demonstrasi pemanfaatan jerami jadi bahan bakar dengan metode fermentasi — sehingga ada jejak penelitian/percobaan awal yang terpisah dari brand Bobibos. Singkatnya: klaim inventor produk bermerek Bobibos pada 2025 merujuk pada tim/pelopor yang mem-branding hasilnya sekarang, sementara gagasan mengonversi jerami bukan hal baru dan pernah didemonstrasikan oleh pihak lain sebelumnya. Bobibos sudah ada hasil uji coba labmigas. inti ada mesin pabrik produksi bobibos yang jadi milik penemu bobibos dan plasma petani yang punya jerami. ada 2 produksi untuk 2 tak dan 4 tak. ron oktan 98,1. paten merek, paten inovasi (ada berupa apa nomor?). penemu bobibos ada 3 orang yang ditawari pindah warga negara brasil yang diketuai Muhammad Ikhlas Thamrin lainnya doni dan siapa. setelah sekitar 10 tahun riset. Ramah lingkungan dAN DOMPET. Muhammad Ikhlas Thamrin sarja hukum uns solo angkatan 2001, riset dari tahun 2007, tahun 2015 mendirikan PT baterai free next generasi yang memproduksi motor pulsa dengan sistem pulsa token, 2014 riset beberapa produk energi terbarukan dan mendirikan pt inti sinergi formula (komisaris mulyadi dari grindra) yang bagian dari sultan sinergi indonesia grup holding perusahaan energi infrastruktur perhotelan pertambangan perkebunan properti dan transportasi. berbagai pengujian dan pengajuan sertifikasi pada tanggal 2 nopember 2025 resmi diluncurkan/ dipopulerkan 2 nopember 2025 di jonggol bogor jawa barat. kapasitas produksi sekitar 3000 liter dari 9 ton jerami/ jermi atau setara limbah jermi 1 ha sawah dg target produksi februari 2026. 5 tahap proses produksi bobibos, pengumpulan dan pengeringan jerami dennga kadar air ideal dibawah 10%, pemilihan kualitas jerami tahap ekstraksi, ketiga ekstraksi jerami dicampur serum khusus berupa enzim biokimia untuk memecah selulosa menjadi gula yang merupakan tahap krusial mengubah bahan baku menjadi bioenergi senyawa esensial BBm, mesin khusus yang dibangun dari nol, ke4 pemurnian cairan ekstraksi agar memenuhi standar bahan bakar nabati, cairan ekstraksi ini di fermentasi 48-72 jam dengan bantuan bakteri khusus agar menghasilkan selulosa generasi kedua, selulosa dimurnikan dengan menggunakan teknologi rever osmosis untuk mencapai kemurnian BBM di atas 99%, ke5 bahan bakar dicampur aditif nabati agar setara dengan ron 98, 2 varian bobibos yaitu bbm mesin bensin (bio gas apa?) dan solar untuk diesel (biodiesel). Sudah uji coba pada kendaraan bermotor mobil bus hingga alat pertanian, lebih hemat per kilo meternya, harga 5k-6k per liter, telah uji di balai besar lemigas kementrian esdm ri dan proses sertifikasi layak pakai (mengesahkan) minimal 8 bulan mekanisme legal dengan berbagai uji seperti oksidasi, mesin, teknis, evaluasi lanjutan, dan bersifat tertutup karena ada dalam perjanjian rahasia, hasil uji belum ada publikasi bahan bakar inovasi seperti bobibos. sejumlah korporasi raksasa dunia membiayai riset bbm dari limbah tanaman menjadi etanol/ bioetanol (jerami, batang jagung, sereal, ampas tebu, serbuk gergaji, bubur kertas, sumber biocycle & nrdc the natural resources defence council) menguntungkan. apa rendemen rendah 5% dan contohnya. apa biomasa dan bioproduk. entitas tto (transfer teknologi ofice) kumpulan inofator risetor sesuai pesion anak muda indonesia 100% dengan visi 2015 indonesia sehat daulat pangan air dan energi, pendanaan mandiri swadaya (tidak ada investor besar). 3 tahapan sop: 1. teknologi (bahan baku- molase-mikro alga, energi baru terbarukan, ) landing komersil (bahan baku: apa kontinyu, sektoral/ daerah tertentu, hpp tertentu jika melampau kembali ke tahap 1) dan regulasi. bobibos: 100% nabati, 5 tahapan ekstraksi yang berbeda (tiap tahapan ada serumnya, tahap pertama ada beberapa serum, serum adalah intelektual propertinya, serum dari campuran campuran, beda suhu beda hasil, tiap suhu perlu waktu panjang, 1 serum / 1 tahapan / 1 titik formula 2-3 tahun), mesin ekstraksi, produksi saat ini 300 liter per hari. ijin untuk mengamankan kepentingan publik, jangan menimbulkan kerugian besar di publik seperti untuk mesin kendaraan. berapa impor bbm indonesia saat ini 1 juta barel per hari? per tahun? dan produksi bbm sendiri 6 juta barel per hari? per tahun? uji internal percaya diri yang perlu dibuktikan uji publik dan otoritas uji lab lemigas di kementerian esdm ri ron 98,1 bukan sertifikasi. ada MOu dengan pribadi Gubernur Jawa Barat di lembur Pakuan di tempat kediaman KDM sebagai uji publik dan membuat mesinnya dalam 2-3 minggu dengan 2 tangki @ 2000 liter untuk 2 varian produk. Energi Merah Putih, bobibos, PT Inti Sinergi Formula (Sultan Sinergi Indonesia rup). BBM Nabati sebagai alternatif BBM Fosil. apa HvO Hidro Vegetable Oil produk dari BRIN? apa Bio Hidro Carbon? Apa Bobibos termasuk Bio Hidro Carbon? jerami sebelum untuk bahan bbm ada depresiasi untuk pakan ternak sapi ayam, ikan dan bio zng/ cng? https://www.youtube.com/watch?v=cBtgf0iicA4

tambahan

Saat ini belum ada template parameter teknis resmi dari EBTKE / Kementerian ESDM yang secara spesifik mengatur “biogasoline” seperti produk Bobibos. Karena klasifikasi bahan bakar nabati pengganti bensin ini relatif baru, regulator masih dalam tahap perumusan dan belum mempublikasikan dokumen parameter uji yang baku untuk kategori tersebut.

Bobibos sendiri menyatakan bahwa mereka belum menerima template parameter resmi dan mendorong terbukanya diskusi teknis antara pelaku industri, regulator, produsen mesin, dan akademisi. Sikap ini umum pada tahap pengembangan teknologi baru: pengembang produk akan mengikuti arahan regulator sambil menyediakan data uji awal untuk pembentukan standar.

Di sisi pemerintah, Direktorat/jurusan yang menangani Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) memang memiliki program dan kebijakan terkait pengembangan biogas dan biometana (CBG), namun dokumen-dokumen itu biasanya mengacu pada kategori seperti biogas/CBG yang dimurnikan — bukan istilah “biogasoline” yang secara kimia dan fungsional berbeda dari metana terkompresi.

Ketiadaan template parameter resmi berarti proses legalisasi dan uji kepatuhan menjadi tergantung pada hasil FGD teknis dan uji laboratorium yang bisa mengusulkan parameter awal (misalnya komposisi kimia, nilai kalor, titik nyala, sifat emisi, dan kompatibilitas mesin). Oleh karena itu, fase uji coba dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi krusial untuk menetapkan standar yang aman dan dapat diterapkan secara industri.

Implikasinya, produsen seperti Bobibos perlu aktif memberi data empiris (laporan uji laboratorium, uji jalan pada mesin/kendaraan, analisis emisi) dan turut serta dalam forum teknis dengan EBTKE agar parameter teknis bisa disusun berdasarkan bukti. Sementara regulator perlu menyusun metode uji dan kriteria keselamatan yang jelas sebelum pemakaian massal di pasar diizinkan.

Saran praktis bagi pihak terkait adalah: ikut serta dalam FGD teknis bersama EBTKE dan lembaga riset, melakukan uji laboratorium independen untuk mengusulkan parameter awal (nilai kalor, titik nyala, distilasi/fraksi, senyawa pengotor, emisi), serta mempersiapkan dokumentasi kompatibilitas mesin dan protokol keselamatan. Langkah-langkah ini akan mempercepat proses standardisasi dan penerimaan regulator.

Jika diperlukan, dokumen ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi whitepaper singkat atau draft parameter awal yang bisa diajukan untuk diskusi teknis. Silakan beri tahu jika Anda ingin saya susun draft proposal parameter awal dalam format teknis atau ringkasan presentasi.

Apa itu 'serumnya'?

Media melaporkan Bobibos memakai \"suntikan serum khusus\" dalam proses formulasi. Dalam bahasa teknis paling mungkin, serum ini merujuk pada salah satu dari berikut (atau kombinasi):

  • cairan katalitik / prekursor katalis untuk memperlancar reaksi konversi;
  • campuran enzim/mikroba teraktivasi (jika memakai jalur biokonversi);
  • aditif stabilizer/antioxidant/pembentuk oktan untuk meningkatkan RON dan umur simpan.

Namun formulasi spesifik dan komposisi 'serum' belum dipublikasikan secara lengkap — dianggap rahasia dagang oleh pengembang.

Apakah 'Bobibos' nama kucing presiden?

Tidak. Kucing yang dikenal sebagai hewan peliharaan Presiden (Prabowo Subianto) bernama Bobby Kertanegara (kadang disebut 'Bobby'), bukan Bobibos. Bobibos adalah nama merek/produk BBM; ada potensi kebingungan karena kemiripan nama, tetapi mereka berbeda. (Sumber: liputan media tentang 'first cat').

Berita singkat & status saat ini

  • Bobibos ramai diberitakan sejak awal November 2025 (launch/pengenalan produk ke publik/pilot). Media menyebut klaim RON 98 dan potensi emisi rendah.
  • Beberapa pakar menyarankan pengujian lebih mendalam (Lemigas, BPPT, BRIN / lembaga riset) sebelum diedarkan luas.
  • Pengembang mengklaim efisiensi dan potensi produksi (contoh angka per hektar — lapangan pelaporan awal), tetapi dokumentasi sertifikasi resmi masih dalam proses/menunggu verifikasi.

Penggunaan kendaraan secara massal harus menunggu uji aplikasi engine, kompatibilitas material (seal, fuel pump), uji emisi terukur, dan sertifikasi regulator.

Referensi & sumber liputan (pilihan)

Liputan media populer tentang Bobibos — untuk baca lebih lanjut, cek portal berita nasional dan laporan riset/komentar ahli.

  • Detik, Antara, Tempo, MetroTV, CNBC Indonesia, Tirto — liputan awal & investigasi media.
  • Video demonstrasi publik / arsip (contoh: video 2012 Sulaiman Budi Sunarto tentang jerami → biofuel).
Disclaimer: HTML ini merangkum sumber berita publik per November 2025. Untuk resep teknis penuh, parameter proses, dan formula 'serum' yang aman, rujuk publikasi ilmiah/sertifikat resmi atau kontak pemilik IP.

Comments

Popular posts from this blog

Media Tanam: tanah, sekam, pupuk kandang

Manfaat JAKABA (Jamur Keberuntungan Abadi)