3. Uji Bahan Bakar Nabati Bobibos
Uji & Proses Bahan Bakar Nabati (ringkasan)
Ringkasan singkat
Angka 80.000 km sering digunakan sebagai titik durability (useful life) di banyak studi dan regulasi lama/standar emisi untuk kendaraan penumpang — tetapi beberapa regulasi modern menetapkan 160.000 km untuk durability atau nilai berbeda tergantung jenis kendaraan. Artinya: 80.000 km benar sering dipakai, tapi bukan satu-satunya atau \"universal\" untuk semua standar.
Berapa bulan itu (estimasi)
Konversi km → bulan tergantung rata-rata pemakaian. Contoh perhitungan:
Skema konversi sederhana
- Jika mobil: 15.000 km / tahun → 80.000 km ≈ 5,3 tahun ≈ 64 bulan
- Jika motor (urban): 6.000 km / tahun → 80.000 km ≈ 13,3 tahun ≈ 160 bulan
- Jika kendaraan jarak jauh/truk ringan: 30.000 km / tahun → 80.000 km ≈ 2,7 tahun ≈ 32 bulan
Catatan: regulasi sering menyatakan \"80.000 km atau 5 tahun, mana yang tercapai lebih dulu\" — jadi months harus dibandingkan dengan batas tahun regulasi.
Apa saja uji yang biasa dipakai untuk bahan bakar nabati?
Uji terbagi menjadi 3 kelompok utama: (A) pengujian sifat bahan bakar (lab), (B) pengujian mesin/sistem bahan bakar (bench & vehicle), (C) uji kompatibilitas & umur simpan.
A. Uji sifat fisika-kimia (laboratorium)
- Density / specific gravity
- Viscosity (kinematic)
- Flash point, cloud point, pour point, CFPP
- Sulfur, water & sediment, ash
- Acid number / TAN
- Oxidation stability (Rancimat untuk FAME)
- Fatty acid methyl ester (FAME) content / ester content
- Cold flow & cold operability
- Contaminants: metals, glycerol, methanol residual
B. Uji mesin & kendaraan
- Engine bench tests (single cylinder, multi-cylinder endurance)
- Chassis dynamometer / whole-vehicle mileage accumulation (mis. 80.000 km / 160.000 km scenarios)
- Emisi (HC, CO, NOx, PM) pada interval (contoh: tiap 20.000 km)
- Fuel injection and injector deposit tests; injector fouling
- Compatibility with aftertreatment (DOC, DPF, SCR) — uji poisoning / catalyst durability
- Lubricant analysis (oil dilution, soot, wear metals)
C. Kompatibilitas & umur simpan
- Compatibility dengan elastomer & seal (seal swell / hardening)
- Microbial growth / biodegradation (water interface)
- Storage stability & phase separation
- Cold storage and filterability tests
Proses produksi bahan bakar nabati — peran enzim / fermentasi / 'serum'?
Garis besar proses (bervariasi menurut jenis biofuel):
- Biodiesel (FAME): transesterifikasi minyak/lemak + alkohol (metanol/etanol) — biasanya katalis basa (NaOH/KOH). Alternatif: enzim (lipase) dapat dipakai untuk transesterifikasi (lebih ramah lingkungan, toleran pada air/FFA tinggi) tetapi lebih mahal dan butuh optimasi.
- Bioethanol / Biobutanol: berbasis gula atau lignoselulosa — fermentasi mikroba (Saccharomyces, Clostridium, atau rekayasa mikroba lain) → distilasi → dehidrasi.
- Advanced biofuels (HEFA, HVO, SAF): hydrotreatment / catalytic upgrading minyak nabati / lipid — bukan fermentasi, tetapi proses katalitik bertekanan.
Catatan: istilah serum tidak lazim dipakai dalam produksi bahan bakar nabati; kemungkinan yang dimaksud adalah fermentation broth atau komponen biologis lain. Untuk transesterifikasi enzimatik, enzim (lipase) memang berperan; untuk bioetanol/biobutanol prosesnya mikroba fermentasi.
Prosedur uji ringkas (alur)
- Sampel bahan bakar → uji sifat fisika-kimia (ASTM/EN methods).
- Storage & microbial challenge tests (simulasi kondisi lapangan).
- Bench engine tests (short endurance → parameter dasar).
- Chassis dynamometer / whole-vehicle endurance (akumulasi km terpilih, mis. sampai 80k atau interpolasi dari accelerated bench ageing).
- Analisis interim: emisi, oil analysis, injector/combustion chamber inspection pada interval.
- Penilaian aftertreatment compatibility (DOC/DPF/SCR tests).
- Final report: sifat bahan bakar, performa mesin, efek korosi/compatibility, rekomendasi campuran/limit.
Contoh jadwal uji (contoh praktis)
Skema contoh untuk kendaraan penumpang (opsional):
- 0 km: baseline sifat bahan bakar + baseline emisi
- 20.000 km: partial checks (emisi, oil sample, injector visual)
- 40.000 km: pemeriksaan menyeluruh
- 80.000 km: full durability report
Catatan regulasi / referensi
Standar teknis yang biasa dipakai: ASTM (mis. D6751 untuk biodiesel AS), EN 14214 (Eropa), dokumen UNECE/WLTP untuk durability/emissions. Implementasi useful-life (80k vs 160k) bergantung pada regulasi yang dipakai. Selalu periksa requirement regulator nasional / regional.
Sumber & rujukan singkat
Lihat bagian referensi di bawah (saya sertakan link sumber penelitian dan dokumen teknis).
Comments
Post a Comment